Selasa, 19 Juli 2022

Dakwah Digital Ala Masjid Kampus

 Oleh: Nifala Rizki


Ilustrasi; Sumber: Grid.id

Siapa sih disini yang tidak memiliki media sosial? Pasti semua orang memilikinya. Karena kita tahu bahwa media sosial zaman sekarang memiliki dampak yang sangat luas bagi seluruh aspek kehidupan kita. Apalagi saat ini kita memasuki era 4.0, dimana semua aspek yang ada pasti menggunakan alat-alat digital yang lebih canggih dan cepat beredar di kalangan masyarakat berasal dari media sosial. Seperti halnya pendidikan, yang sudah mulai berinovasi ke dunia digital atau media sosial, agar lebih mudah dalam mengakses.

Lebih-lebih lagi kita saat ini masih berada dalam masa transisi atau masih dalam masa endemi dan belum bisa sepenuhnya melaksanakan aktivitas luring. Banyaknya aktivitas yang ada di kampus, membuat para mahasiswa harus beralih ke media, seperti pembelajaran tatap muka, aktivitas ekstra kampus, dan termasuk kegiatan yang ada di masjid kampus. Maka dari itu, kegiatan tersebut banyak dialihkan ke online, dimana media sosial ikut berperan aktif dalam kegiatan yang ada, seperti adanya kegiatan kajian, agar semua orang bisa mengikutinya dimanapun. Kegiatan tersebut telah dilakukan di beberapa masjid kampus, seperti yang dilakukan oleh masjid Ulil Albab (UII) dan juga masjid Nurul Huda (UNS).

“Ada dua kegiatan yang sifatnya itu kajian, yang pertama itu dilakukan online dan sifatnya hanya di upload saja. Siapa pun juga boleh melihat kajian itu lewat media sosial kita.” ucap mas Rizki selaku takmir masjid Nurul Huda.

Saat ini generasi millenial memang harus mengikuti zaman, seperti berdakwah tanpa meninggalkan kaidah-kaidah dalam berdakwah itu sendiri dengan tujuan agar penyebaran ajaran Islam tidak terhenti dan dapat dijangkau oleh siapa pun dan kapan pun. Kegiatan tersebut telah dilakukan oleh beberapa pihak masjid kampus, karena banyaknya pengguna media sosial yang ada di Indonesia. Hal itu juga didukung oleh data dari Kementerian Kominfo sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya. Oleh sebab itulah, pihak masjid kampus memanfaatkan peran media sosial yang ada. Selain itu, pembicara dan tema yang diangkat dalam kajian online dibuat sangat menarik untuk memikat para penonton media sosial.

Ilustrasi; Sumber: Foto Pribadi

“Kita juga meminta bantuan teman-teman para rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, dan profesor-profesor yang ada untuk memberikan kajian hikmah yang nantinya akan diupload di media sosial masjid Nurul Huda UNS, begitu.” Terang mas Rizki menjelaskan.

Aktivitas dakwah ini telah dilaksanakan oleh beberapa masjid kampus yang memanfaatkan kecepatan informasi dari media sosial kita saat ini. Kegiatan dakwah digital ini juga terlihat dari beberapa postingan instagram yang mereka upload, dimana di kedua masjid kampus ini memiliki kesamaan dengan menggunakan dua media yaitu youtube, instagram, dan grup WA. Video dan juga pengikut dari kedua media yang mereka gunakan cukup menggundang khalayak untuk mengikuti konten yang mereka posting. Seperti di youtube “Masjid Kampus UII” sudah memiliki 17 ribu subscribers dengan 155 video, sedangkan untuk youtube “Masjud NH UNS” memiliki 186 dengan 34 video. Media instagram yang mereka pakai juga terlihat lebih aktif, itu tampak dari postingan yang mereka upload, ada sekitar 1.361 postingan di “Masjid Ulil Albab UII” dan ada sekitar 1.856 postingan di instagram “Nurul Huda_UNS”.   

Hal ini dilakukan masjid kampus, yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang akan dilakukan oleh pihak masjid kampus, tidak hanya dakwah saja yang mereka posting, tetapi juga berbagai macam informasi dan juga kegiatan lainnya, untuk mengedukasi orang-orang yang melihatnya. Dikutip dari Republika.co.id (2022) umat Islam jangan sampai tertinggal dengan perkembangan zaman, bukan mengikuti arus yang tidak baik, tetapi memanfaatkan kecanggihan media digital sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam.

“Kita juga menyebarkan informasi mengenai hal tersebut lewat instagram juga, karena lebih mudah, menyeluruh dan juga cepet banget. Dan juga kita sering mengupload story, supaya temen-temen bisa lebih update informasinya.” Terang mas Hakim, selaku takmir masjid UII.

Hal tersebut sama seperti yang dikatakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo, bahwa media saat ini sangat berpengaruh dalam mengedukasi publik lewat konten-konten yang disajikan. Dengan adanya konten yang bermanfaat tentu membuat masyarakat yang melihatnya juga akan meningkat kualitasnya, karena konten yang disajikan sangat bermanfaat, salah satunya yaitu dengan adanya konten dakwah islami ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...