Oleh: Nifala Rizki
| Ilustrasi; Sumber: Grid.id |
Siapa sih disini yang tidak memiliki media sosial? Pasti semua orang memilikinya. Karena kita tahu bahwa media sosial zaman sekarang memiliki dampak yang sangat luas bagi seluruh aspek kehidupan kita. Apalagi saat ini kita memasuki era 4.0, dimana semua aspek yang ada pasti menggunakan alat-alat digital yang lebih canggih dan cepat beredar di kalangan masyarakat berasal dari media sosial. Seperti halnya pendidikan, yang sudah mulai berinovasi ke dunia digital atau media sosial, agar lebih mudah dalam mengakses.
Lebih-lebih lagi kita saat ini masih berada dalam masa transisi atau masih dalam masa endemi dan belum bisa sepenuhnya melaksanakan aktivitas luring. Banyaknya aktivitas yang ada di kampus, membuat para mahasiswa harus beralih ke media, seperti pembelajaran tatap muka, aktivitas ekstra kampus, dan termasuk kegiatan yang ada di masjid kampus. Maka dari itu, kegiatan tersebut banyak dialihkan ke online, dimana media sosial ikut berperan aktif dalam kegiatan yang ada, seperti adanya kegiatan kajian, agar semua orang bisa mengikutinya dimanapun. Kegiatan tersebut telah dilakukan di beberapa masjid kampus, seperti yang dilakukan oleh masjid Ulil Albab (UII) dan juga masjid Nurul Huda (UNS).
“Ada dua kegiatan yang sifatnya itu kajian, yang
pertama itu dilakukan online dan sifatnya hanya di upload saja. Siapa pun juga
boleh melihat kajian itu lewat media sosial kita.” ucap mas Rizki selaku takmir
masjid Nurul Huda.
Saat ini generasi millenial memang harus mengikuti
zaman, seperti berdakwah tanpa meninggalkan kaidah-kaidah dalam berdakwah itu
sendiri dengan tujuan agar penyebaran ajaran Islam tidak terhenti dan
dapat dijangkau oleh siapa pun dan kapan pun. Kegiatan tersebut telah dilakukan
oleh beberapa pihak masjid kampus, karena banyaknya pengguna media sosial yang
ada di Indonesia. Hal itu juga didukung oleh data
dari Kementerian Kominfo sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat
mobile per harinya. Oleh sebab itulah, pihak masjid kampus memanfaatkan
peran media sosial yang ada. Selain itu, pembicara dan tema yang diangkat dalam
kajian online dibuat sangat menarik untuk memikat para penonton media sosial.
![]() |
| Ilustrasi; Sumber: Foto Pribadi |
“Kita juga meminta bantuan teman-teman para rektor, wakil rektor,
dekan, wakil dekan, dan profesor-profesor yang ada untuk memberikan kajian
hikmah yang nantinya akan diupload di media sosial masjid Nurul Huda UNS,
begitu.” Terang mas Rizki menjelaskan.
Aktivitas dakwah ini telah dilaksanakan
oleh beberapa masjid kampus yang memanfaatkan kecepatan informasi dari media
sosial kita saat ini. Kegiatan dakwah digital ini juga terlihat dari beberapa
postingan instagram yang mereka upload, dimana di kedua masjid kampus ini
memiliki kesamaan dengan menggunakan dua media yaitu youtube, instagram, dan
grup WA. Video dan juga pengikut dari kedua media yang mereka gunakan cukup
menggundang khalayak untuk mengikuti konten yang mereka posting. Seperti di
youtube “Masjid Kampus UII” sudah memiliki 17 ribu subscribers dengan 155
video, sedangkan untuk youtube “Masjud NH UNS” memiliki 186 dengan 34 video.
Media instagram yang mereka pakai juga terlihat lebih aktif, itu tampak dari
postingan yang mereka upload, ada sekitar 1.361 postingan di “Masjid Ulil Albab
UII” dan ada sekitar 1.856 postingan di instagram “Nurul Huda_UNS”.
Hal ini dilakukan masjid kampus,
yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang akan dilakukan oleh pihak
masjid kampus, tidak hanya dakwah saja yang mereka posting, tetapi juga
berbagai macam informasi dan juga kegiatan lainnya, untuk mengedukasi
orang-orang yang melihatnya. Dikutip dari Republika.co.id (2022) umat Islam jangan
sampai tertinggal dengan perkembangan zaman, bukan mengikuti arus yang tidak
baik, tetapi memanfaatkan kecanggihan media digital sebagai sarana untuk
menyebarkan ajaran Islam.
“Kita juga menyebarkan informasi mengenai hal
tersebut lewat instagram juga, karena lebih mudah, menyeluruh dan juga cepet banget.
Dan juga kita sering mengupload story, supaya temen-temen bisa lebih update
informasinya.” Terang mas Hakim, selaku takmir masjid UII.
Hal
tersebut sama seperti yang dikatakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo, bahwa
media saat ini sangat berpengaruh dalam mengedukasi publik lewat konten-konten
yang disajikan. Dengan adanya konten yang bermanfaat tentu membuat masyarakat yang melihatnya juga akan meningkat
kualitasnya, karena konten yang disajikan sangat bermanfaat, salah satunya
yaitu dengan adanya konten dakwah islami ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar