Rabu, 20 Juli 2022

Menggeliatnya Aktivitas Masjid Saat Pandemi Mereda

Oleh: Umar


Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami dampak kerugian yang begitu besar mulai dari Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Politik, dan kegiatan Keagamaan. Di Indonesia maupun di seluruh dunia yang mempunyai mayoritas umat beragama muslim sangat terancam dengan adanya wabah Virus Covid-19 ini. Salah satunya di Provinsi  Jawa Tengah letaknya di Klaten, di mana masjid-masjid tempat beribadah bagi kaum muslim yang ada di daerah tersebut harus dibatasi untuk tidak melaksanakan salat secara berjama'ah di masjid. Hal ini di lakukan Pemerintah untuk mengatasi Penularan wabah virus Covid-19.

Namun akhir-akhir ini nampaknya pandemi sudah mulai mereda. Terlihat dari beberapa  masjid besar yang ada di seluruh wilayah Indonesia mulai dipenuhi warga yang ingin beribadah. Beberapa peraturan mengenai ibadah saat meredanya pandemi ini mengalami kesimpangsiuran. Aturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah terlihat ada yang berbeda. Jika pemerintah pusat masih memberlakukan adanya pembatasan sosial, namun ada juga di beberapa daerah yang sudah melonggarkan pembatasan sosial tersebut. Hal ini ternyata tidak menyurutkan niat masyarakat dalam beribadah di masjid. Meskipun demikian, pelaksanaan ibadah tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19, sehingga aktivitas ibadah tetap berjalan dengan lancar dan kondusif

Seperti terlihat pada masjid Al-Aqsa yang terletak di Klaten-Jawa Tengah. Masjid yang berada di pinggir jalan Jogja-Solo ini begitu luas dan megah. Kebersihan masjid menjadi salah satu faktor penting meskipun pandemi telah melanda kurang lebih hampir 3 tahun, namun kebersihan masjid tetap terjaga, bedug masjid yang tergantung kokoh serta lampu dan interior di dalamnya yang terlihat bersih dan menyala terang, menjadi tanda bahwa masjid ini tetap menjaga kebersihan setiap sudut ruangan dan aspek pendukungnya.

"Beberapa kegiatan yang dilakukan di masjid Al Aqsa mengundang respon baik terhadap jamaah. antusiasme jamaah tidak hanya dari warga Klaten tetapi dari berbagai daerah yang menyempatkan untuk singgah beribadah sekaligus melihat keindahan masjid Al Aqsa ini." ungkap Rifka Annisa sebagai pengunjung dari Klaten Jawa tengah.

Antusiasme warga untuk beribadah selama bulan Ramadan kemarin pun terlihat di masjid lain yaitu Masjid Suciati Yogyakarta. Di bulan suci Ramadan ini, aktivitas ibadah masyarakat di masjid Suciati perlahan mulai ramai kembali. Meski masih dalam situasi pandemi covid-19, masjid Suciati masih terbilang ramai pengunjung yang akan melaksanakan salat berjamaah. Kelonggaran protokol kesehatan di masjid Suciati akibat dari penurunan kasus covid-19 di Indonesia yang cukup signifikan. Pengurus masjid sudah mulai menggelar karpet serta tidak lagi memberi tanda jarak dalam melaksanakan ibadah, namun protokol kesehatan seperti alat cek suhu, hand sanitizer, serta wajib pakai masker bagi pengunjung masjid Suciati tetap diberlakukan.

"Ada beberapa kegiatan atau program yang dibuat untuk menarik minat pengunjung yaitu yang pertama diadakannya kajian untuk meningkatkan ilmu tentang agama, kedua program buka puasa bersama, seperti berbagi takjil dan nasi kotak kurang lebih 300 bungkus perhari. Dan program yg ketiga atau terakhir yaitu tarawih one day one juz. Jadi selama terawih 1 hari itu menggunakan ayat 1juz alquran." Ungkap Zulfar sebagai ketua sekretariat masjid Suciati saat diwawancarai.

Beberapa kampus seperti UII dan UNS juga telah mengaktifkan kegiatan selama bulan Ramadan kemarin. Mereka memiliki 9 kegiatan utama di masjid Nurul Huda. Dengan banyaknya kegiatan yang ada di masjid Nurul Huda tersebut, tentu pihak kampus juga tetap menerapkan protokol kesehatan secara berkala di setiap kegiatan yang mereka lakukan. Banyaknya kegiatan yang telah dilakukan di masjid Nurul Huda mengundang respon yang baik terhadap jamaah khususnya untuk para mahasiswa, karena di masjid Nurul Huda juga menyiapkan buka bersama dan antusias jamaah semakin hari semakin meningkat di berbagai kegiatan seperti buka bersama dan juga salat tarawih.

Suasana tampak terlihat berbeda di pondok pesantren waria Al Fatah Yogyakarta. Jika sebelumnya, saat masih pandemi pondok ini sepi karena para santri yang dipulangkan, saat ini kondisi pesantren Al Fatah terasa mulai ramai dengan hadirnya para santri kembali. Pondok yang sudah berdiri sejak tahun 2008 ini, berisikan para waria berlokasi di Banguntapan Bantul Jogjakarta. Sejumlah rangkaian menyambut bulan suci Ramadan telah dilaksanakan. Sinta, selaku pemilik pondok ini telah menyusun jadwal kegiatan Ramadan selama bulan Ramadan, "akan ada program kajian keagamaan. Agenda ini dilakukan rutin setiap hari Rabu dan Minggu. Para waria nantinya akan didampingi oleh volunteer pada program kajian untuk mengisi materi, mulai dari tadarus, zikir, hingga buka puasa bersama. Tak sampai di situ saja rangkaian kegiatannya, di pondok ini juga melakukan salat magrib bersama ditutup dengan tarawih secara berjamaah." Ungkapnya dengan antusias.

Nampak terlihat dari raut wajah para waria ini mereka sangat antusias mendengarkan kajian hingga melafalkan zikir bersama. Pondok ini membuat mereka nyaman dalam beribadah tanpa diskriminasi dari orang lain. Saat azan berkumandang mereka sudah terlihat akrab bersama para volunteer, pengisi kajian tampak ceria dan saling bertegur sapa dengan yang lainnya. Pondok ini terlihat begitu erat kebersamaannya.

Dari beberapa aktivitas masjid dengan keantusiasan jamaahnya membuat kita yakin bahwa pandemi tidak menyurutkan apalagi menghilangkan keinginan kita sebagai manusia untuk terus beribadah kepada Allah. Karena sesungguhnya virus itu ciptaan Allah, kita juga sebagai ciptaan-Nya tidak sepatutnya merasa takut secara berlebihan tetapi tidak juga untuk menyepelekannya.

x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...