Oleh: Hendi Akbar
![]() |
Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi |
Hal ini tercermin dari Masjid Suciati yang merupakan salah satu masjid indah yang berada di Jalan Gito Gati, Sleman, Yogyakarta. Dimana masjid merupakan wujud mimpi yang menjadi nyata dari seorang pedagang ayam bernama Suciati, sehingga penamaannya pun berdasarkan pemilik dari masjid ini yaitu Suciati. Masjid ini pada saat pandemi memiliki protokol kesehatan yang cukup ketat salah satunya dengan melonggarkan shaf jamaah dengan tanda jarak serta tidak menggunakan karpet masjid sehingga hanya beralaskan lantai saja. Tak hanya itu tepat di depan pos keamanan terdapat petugas keamanan masjid yang selalu sedia mengecheck suhu dari para jamaah yang hendak masuk ke Masjid Suciati ini, serta selalu tersedia juga handsanitizer di beberapa titik di Masjid Suciati ini.
Namun pada era menuju new normal ini
Masjid Suciati mulai perlahan melonggarkan aturan protokol kesehatan yang
tentunya ini sesuai dengan arahan dari pemerintah. Hal ini dijelaskan oleh Mas
Zulfar selaku kepala sekretariat dari Masjid Suciati “Alhamdulillah di tahun
ini kita agak sedikit longgar dari segi prokes (protokol kesehatan), karpet
sudah mulai kita gelar kembali, kemudian jaga jarak sudah mulai kita rapatkan
asalkan semuanya tetap pakai masker, kita sudah tidak membatasi jumlah jamaah
yang hadir. Tapi tetap cek suhu dan masker serta sanitizer tetap kami adakan”
ucapnya. Informasi ini tentu sangat menggembirakan bagi jamaah yang memang
sering berkunjung ke Masjid Suciati ini sehingga kini para jamaah menjadi lebih
bersemangat dan tidak perlu lagi merasa khawatir untuk melaksanakan ibadah
karena tidak lagi adanya pembatasan jumlah jamaah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar