Rabu, 20 Juli 2022

Transaksi Jual Beli Membawa Hoki

Oleh: Aldi Faik


Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi

Sempat terhenti karena pandemi COVID-19, saat ini perekonomian dalam negeri khususnya di sektor perdagangan mulai bangkit kembali. Meski dulu sempat dibatasi, kini aktivitas jual beli sudah bebas beroperasi. Seperti yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Perlahan namun pasti, daerah yang dijuluki sebagai Kota Pelajar ini semakin menunjukkan kemajuan dalam ranah perekonomian. Mengutip dari laman www.bi.go.id , perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta pada triwulan IV 2021 bertumbuh positif 2,82% (yoy), hal ini disebabkan karena adanya penurunan level PPKM 4 yang mendorong relaksasi mobilitas masyarakat.

Di Yogyakarta sendiri, terdapat satu kawasan yang menjadi bukti dari adanya pelonggaran mobilitas masyarakat dalam aktivtas perdagangan. Kawasan  yang dimaksud adalah Jogokaryan. Mengangkat icon masjid setempat, kawasan ini berhasil membangkitkan perekonomian masyarakat melalui aktivitas jual beli yang dilakukan selama bulan suci ramadhan. Walaupun sempat terhenti karena pandemi COVID-19 yang terjadi, pemerintah akhirnya membuka kembali kawasan Jogokaryan untuk dijadikan sebagai Kampung Ramadhan.

Hingga kini, kampung ramadhan Jogokaryan (KRJ) masih menjadi destinasi utama untuk mencari takjil menjelang berbuka puasa. Baik masyarakat lokal maupun luar Jogja, semua berbondong-bondong mengunjungi kawasan ini. Bukan hanya ramai pengunjung saja, KRJ juga dipenuhi oleh parapedagang. Pedagang yang beragam berjejer di pinggir jalan sepanjang kawasan Jogokaryan.

Menjual aneka makanan dan minuman, para pedagang dikawasan ini ramai menjajakan dagangannya. Ada yang menggunakan media tulisan bahkan sebagian ada yang berteriak agar dapat menarik pelanggan. Antusiasme dari penjual maupun pembeli sangat terlihat disini.

Salah satu pengunjung menceritakan pengalamnnya ketika berkunjung ke Kampung Ramadhan Jogokaryan “Ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kampung Ramadhan Jogokaryan, saya sangat berantusias dan merasa senang karena dapat merasakan sensasi bulan ramadhan dengan mencari takjil di tempat ini” tutur Silvia, seorang mahasiswa rantau dari Jepara. “Harga makanan dan minuman disini bervariatif, ada yang murah ada yang mahal, saya kira para pengunjung dapat menyesuaikan isi kantong untuk membeli makanan atau minuman di KRJ ini” tambahnya.

Kesenangan serupa juga dirasakan oleh penjual di KRJ ini “Saya merasa senang karena KRJ ini kembali diadakan. Saya yakin, bukan hanya saya saja yang merasa senang, para pedagang yang lain  dan tentunya pengunjung juga merasakan hal serupa” ujar Daffa. Pria yang sehari hari berjualan es di KRJ ini pun mengaku jika mendapatkan keuntungan dengan berjualan di kawasan ini “Alhamdulillah, dagangan saya setiap hari laris. Keuntungannya juga lumayan, kira-kira sehari bisa tembus Rp.350.000” imbuhnya.

Dari pantauan lain, masih di sekitaran kota Yogyakarta tepatnya di utara Universitas Gadjah Mada juga ditemui aktivitas serupa. Kegiatan jual beli oleh padagang dan pembeli terlihat di kawasan Klebengan ini. Bedanya dengan KRJ, spot kuliner seputaran Klebengan biasanya dibuka sampai malam.

Sama halnya dengan KRJ, para pengunjung dapat melihat deretan pedagang yang menjual beragam makanan dan minuman. Para pengunjung dapat menikmati suasana malam dengan membeli aneka makanan yang tersedia di kawasan ini.


Gambar Ilustrasi; Foto Pribasi

Para pedagang mengaku mendapat untung banyak dengan berjualan di spot kuliner Klebengan. Tidak seperti hari biasa, saat bulanramadhan tiba, hampir 2 kali lipat keuntungan bisa didapatkan. Seorang pedagang risol mayo bernama Vina membagikan kisahnya “ Selama bulan Ramadhan ini saya membantu ibu berjualan di Klebengan, karena memang di bulan ramadhan kedai kami ramai diserbu pelanggan. Saya nggak tega lihat ibu saya kerepotan sendiri melayani pembeli”.

Saat disinggung mengenai keuntungan, Vina menuturkan jika omset yang didapatkan begitu besar. “Disini kami kan jualnya nggak Cuma risol saja, kami juga jual empek empek, kalau dihitung keuntungannya bisa sampai 1 juta, ya Alhamdulillah lah” imbuhnya sembari sedikit tertawa.

Melihat 2 fenomena perputaran uang di 2 kawasan yang berbeda, yaitu Kampung Ramadhan Jogokariyan dan spot kuliner Klebengan, dapat ditarik kesimpulan  bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah mulai bangkit kembali. Ditandai dengan berjayanya pedagang-pedagang daerah yang sukses mendapat hoki dan juga antusiasme yang begitu besar dari para pembeli. Hal semacam ini seharusnya bisa menjadi perhatian lebih kepada pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan lokasi patau kawasan perdagangan dengan menyediakan fasilitas umum yang mumpuni agar para penjual dan pembeli dapat merasa nyaman dengan aktivitas yang dilakukan. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...