Rabu, 20 Juli 2022

Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah

 Oleh: Rifka Annisa


Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi

Pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 telah memporak-porandakan berbagai lapisan kehidupan. Hal ini semakin diperparah ketika pemerintah dalam rangka memutus rantai penyeberan covid-19 dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB). Akibat pemberlakuan PSBB ini maka kantor-kantor pemerintah, pusat perekonomian, tempat pelayanan publik, serta lembaga pendidikan tidak berjalan seperti biasanya. Imbas ini juga dirasakan oleh beberapa tempat ibadah salah satunya adalah masjid Al Aqsha yang terletak di Kota Klaten, Jawa Tengah.

Namun, saat ini pemerintah sudah mulai memberlakukan aturan transisi. Dimana tempat-tempat ibadah umum sudah mulai dibuka, termasuk sejumlah masjid yang ada di beberapa tempat sudah mulai ramai dan dipadati oleh jamaah. Sehingga masjid ini sudah kembali beroperasi pada peran dan fungsinya, walaupun tetap menerapkan protokol kesehatan. Peraturan tersebut ditegaskan oleh kemenag pusat dimana mengeluarkan panduan mengenai beribadah di masjid. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementrian Agama (Kemenag) Prof Kamiruddin Amin mengatakan bahwa akan ada panduan atau himbauan baru terkait protokol kesehatan (prokes) hal ini disesuaikan dengan perkembangan zonasi pada masa pandemic Covid-19.

“Saya kira akan ada (panduan, imbauan atau surat edaran baru) karena sudah mulai banyak perubahan zona. Insya Allah dalam waktu dekat akan mengeluarkan untuk merespons realitas yang berkembang, dinamika zonasi yang berkembang," kata Prof Kamaruddin dikutip dari Republika.co.id, Kamis (30/9).

Adanya himbauan dari Kemenag pusat mengenai izin dibukanya tempat ibadah disambut gembira oleh beberapa masjid salah satunya adalah masjid Agung Al Aqsha Klaten. Masjid ini kembali dibuka untuk umum baik beribadah maupun kegiatan keagamaan lainnya. Takmir masjid Agung Al Aqsha Klaten, Samijo mengatakan Masjid Agung Al Aqsha Klaten masih menerapkan protokol kesehatan sepanjang pelaksanaan ibadah meski saat ini pandemi sudah mulai berangsur membaik.

“Untuk tahun ini pengunjung sudah mulai banyak dari luar kota, orang dari ziarah mampir kesini, tapi protokol kesehatan tetap kami laksanakan seperti wajib memakasi masker, jaga jarak waktu sholat, pengecekan suhu, dan membawa alat ibadah sendiri” Ujar Samijo.


Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi

Meskipun dijelaskan bahwa masjid Agung Al-Aqsha melakukan penerapan protokol kesehatan namun berdasarkan pantauan reporter hal tersebut kurang sesuai. Terlihat beberapa jamaah tidak mengenakan masker saat memasuki masjid namun dibiarkan oleh takmir dan tidak diberikan teguran ataupun masker. Beberapa hadsanitizer juga hampir habis dan tidak ada isinya. Alat pengecekan suhu tubuh atau thermogun pun tidak difungsikan dengan semestinya hanya dijadikan sebagai pajangan semata. Pada area tempat wudhu pun tidak disediakan sabun mencuci tangan. Saat pelaksanaan ibadah tidak ada pembatasan jarak dalam shaf wanita saat sholat sehingga hal ini tidak sesuai fakta yang ditemukan di lapangan.

Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi

Akan tetapi hal ini tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk tetap beribadah di masjid. Berdasarkan pengamatan reporter banyak warga sekitar yang membaca Al-Quran dan melakukan ibadah lainnya di masjid ini. Sementara itu, Anita salah satu pengunjung Masjid Al-Aqsha yang berasal dari Solo mengaku kerap memilih masjid bergaya timur tengah ini untuk dijadikan tempat singgah karena lokasi masjid yang strategis. Ia menilai masjid tersebut juga nyaman karena area parkir yang luas sehingga enak untuk dijadikan tempat istirahat.

“Sengaja mampir kesini karena kebetulan ada acara di Jogja dan lewat sini udah masuk waku maghrib. Al-Aqsha ini kan ada di pinggir jalan dan kita biasa solo-jogja. Sebenernya tidak ada alasan khusus cuma karena satu tempat parkirnya luas, kedua karena akses dari jalan yang kita lewati”. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...