Rabu, 20 Juli 2022

Upaya Memajukan Potensi Pariwisata di Kota Klaten

 Oleh: Ilham Fachrizal


Gambar Ilustrasi; Sumber: foto bbc.com

Pemkab Klaten terus mendukung pembangunan wisata di desa-desa yang terletak di Kabupaten tersebut. Salah satunya adalah pengembangan wisata di Desa Kepurun. Desa Kepurun sendiri adalah desa yang  memiliki sumber daya alam yang mendukung terutama sumber mata air.

Ketua Perencanaan dan Pembangunan Desa Kepurun, Priyono mengatakan, Pemkab Klaten memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan kolam renang. “Atas inisiatif Karang taruna, kita mengembangkan untuk membuat kolam renang untuk anak dan untuk dewasa ,dan nanti akan dipadukan dengan potensi kuliner yang ada di desa”, Ucap Priyono.

Pembangunan kolam renang di Desa Kepurun sudah dilakukan sejak tahun 2018, namun sempat terkendala pandemi Covid-19 saat pembangunannya. Kini pembangunan kolam renang Desa Kepurun sudah mulai dilanjutkan lagi dan rencananya akan selesai di tahun 2022.

Senada dengan yang dilakukan Pemkab Klaten, Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten terus mengupayakan pemulihan sektor pariwisata sejak pandemi covid mulai mereda. Berbagai upaya dilakukan untuk memikat kembali wisatawan yang sempat absen selama masa pandemi covid-19.

Selain mempercantik destinasi wisata yang sebelumnya memang sudah ada, Pemkab Klaten juga meresmikan beberapa destinasi wisata baru di kota bersinar tersebut. Salah satunya adalah wisata Girpasang yang terletak di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Objek wisata dengan ikon jembatan gantung sepanjang 120 meter ini, kini mampu bersaing dengan objek wisata lain di kota Klaten. Bahkan pendapatan dari hasil wisata di daerah tersebut bisa mencapai Rp75 juta per bulan. “Pendapatan dari gondola itu sekitar Rp75 juta per bulan. Tiket naik per orang itu Rp15 ribu”, ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tegalmulyo, Subur.


Gambar Ilustrasi; Sumber: foto Jatengprov.go.id

Rosyid, salah satu wisatawan yang datang dari Gantiwarno, Klaten mengatakan penasaran akan pesona Girpasang yang viral setelah dibicarakan banyak orang dan baru pertama kalinya datang ke tempat tersebut.

 “Tujuan datang ke Girpasang karena penasaran dan kebetulan ada teman yang mengajak datang kesini” ucap Rosyid, Minggu, 17 Juli 2022.

 Menurut Rosyid, tiket untuk masuk objek wisata Girpasang sangat murah.

 “Tadi saya hanya membayar Rp.2000 untuk masuk kesini” imbuh Rosyid.

Sementara itu Nanda, wisatawan asal Manisrenggo, Klaten juga mengatakan baru pertama kali mengunjungi objek wisata Girpasang.

“Saya baru pertama datang kesini, sebelumnya saya pernah sampai ke deles ternyata jaraknya lumayan dekat” kata Nanda

Menurut Nanda, akses yang dilalui untuk sampai ke objek wisata Girpasang cukup sulit.

“Ketika melewati jalan Pasar Kembang mulai banyak truk-truk muatan pasir yang melintas, itu menyulitkan perjalanan saya datang kesini” ujarnya.

Pemkab Klaten juga terus mengupayakan pembenahan akses menuju tempat wisata. Pemkab Klaten bersama Perum DAMRI saat ini secara resmi telah meluncurkan armada yang akan melayani wistawan untuk berkunjung ke lokasi wisata. Upaya kerjasama dengan Perum DAMRI  tersebut adalah salah satu langkah untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten supaya dapat terintegrasi dengan wisata di kota lain.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Sri Nugroho mengatakan penataan pariwisata di Kota Klaten saat ini mengarah pada single destination tourism. Hal ini mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, dimana Klaten masuk di dalamnya.

“Tujuannya Klaten menjadi destinasi utama bagi wisatawan, bukan lagi tujuan lanjutan dari kunjungan wisata sebelumnya. Jadi menarik wisatawan untuk berkunjung dan menyediakan fasilitas penunjang yang memadahi. Misal rombongan wisatawan ke Girpasang, tidak mungkin bus ukuran besar naik ke lokasi, harus ada lokasi parkir di desa di bawahnya, naiknya bisa dengan jeep yang dikelola masyarakat sekitar. Sehingga memunculkan potensi lokal, demikian juga dengan destinasi wisata lainnya”, imbuh Sri Nugroho.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...