Rabu, 20 Juli 2022

Konser Online Solusi di Tengah Pandemi

 Oleh: Rifka Annisa


Gambar; Foto Pribadi

Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020 sehingga membuat seluruh kegiatan yang mengumpulkan banyak orang harus berhenti total. Sektor hiburan menjadi salah satu yang terkena dampak, tertutama acara yang digelar secara langsung (live) yang menghadirkan banyak penonton seperti konser. Terdapat rasa kecewa di hati penikmat musik ketika mengetahui bahwa konser-konser musik sang idola ditunda atau bahkan dibatalkan. Para musisi di seluruh dunia pun memutar otak agar tetap bisa berkarya dan terhubung dengan para penggemar mereka. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggelar konser secara virtual.

Pagelaran musik secara virtual atau online ini menggunakan perantara daring, dimana musisi dan penonton bertemu secara tidak langsung lewat platform streaming. Konser semacam ini kian populer sejak adanya pandemi dan di prediksi akan berlanjut menjadi tren. Berdasarkan laporan dari perusahaan riset hiburan MIDiA berjudul Virtual Concert: A New Video Format, pangsa konser vitual sejak Juni-November 2020 naik drastis dari angka 1,9 persen ke 40,7 persen menurut Bandsintown sebuah platform yang menginformasikan acara konser disekitar lokasi pengguna.

Tidak dipungkiri terlaksananya konser secara virtual ini karena support dari para pecinta musik, mereka yang telah lama tidak menyaksikan konser sedikit terobati rasa rindunya dengan hadirnya konser online. Mahasiswi D3 Poltekes Surakarta Dania Astri menceritakan pengalamannya selama pandemi menonton konser secara virtual. Meski melalui perantara media Dania tetap merasa senang karena kerinduannya melihat sang idola perform dapat terwujud.

“Buat ngobatin rasa kangen aku sama konser biasanya aku cari-cari di instagram atau tiktok tentang info tiket konser virtual gitu. Rasanya seneng bisa nonton konser walaupun cuma sekedar lewat online gini. Disisi lain aku juga lumayan untung karena tiket nya kan ngga terlalu mahal, terus bisa aku tonton sambil tiduran”, ucap Dania sambil tertawa.

Tidak hanya melihat seorang diri, terkadang Dania meikmati konser online dengan mengajak saudara ataupun keponakannya, hal itu dia lakukan untuk mengatasi kebosanan karena tidak ada tepuk tangan meriah dari penonton, selain itu Dania juga menyambungkan streaming online konser tersebut melalui TV kabel.

“Kadang-kadang kalau saudara sama keponakan kumpul aku suka ngajakin nonton bareng lewat TV biar lebih meriah ada suara tepuk tangan sama teriakan dikit, jadi sedikit heboh biar kesannya kaya konser offline”, tambah Dania.

Hal yang sama dirasakan oleh Diah Kartikasari, sama-sama menjadi mahasiswa D3 Analisis Farmasi dan Makanan di Poltekes Surakarta, wanita yang akrab di sapa Sari ini juga menikmati konser virtual. Namun disisi lain dia tidak merasakan vibes konser sesungguhnya karena tidak datang langsung ke lokasi. 

“Selama pandemi ini aku liat konser secara streaming sih biasanya. Konser virtual ini menurutku cukup menghibur dimasa pandemi gini buat ngisi waktu luang kalo lagi dirumah. Apalagi waktu ngerjain tugas akhir kan butuh selingan hiburan jadi konser online cukup menghibur kepenatan aku. Cuma euphoria nya kurang dapet beda gitu sama offline yang ramai-ramai banyak penontonnya, biasanya kalau mau nonton konser aku selalu nyiapin outfit, ini engga ya nyantai aja pakai kaos sambil nyemilin jajan. Nontonnya juga kurang puas karena cuma lewat laptop ga keliatan jelas”, ungkap Sari.

Hal berbeda dirasakan oleh Fahrul Amri lelaki lulusan Teknik Informatika negeri Jiran Malaysia ini menjelaskan bahwa dia tidak terlalu menyukai konser online karena terkesan seperti melihat youtube. Bahkan selama pandemi dia hanya meononton satu konser online namun tidak dia tuntaskan hingga akhir acara.

“Selama pandemi aku jarang melihat konser online sih, cuma sekali aja dan itu ga aku selesaiin sampai akhir karena udah keburu bosen cuma duduk doang depan laptop. Karena menurutku itu buang-buang uang, pertama euphorianya kurang dapet, kedua bosen cuma duduk doang malah yang ada ngantuk, ketiga konser online itu nanti bisa diakses lagi lewat youtube karena biasanya itu di save jadi beli tikernya rugi”, ucap lelaki bertubuh gempal tersebut.

Selain itu ada pula Haifa seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 6 mengungkapkan perasaan kecewanya selama menonton konser hanya melalui virtual.

“Jujur selama tidak diperbolehkannya konser offline ini aku kurang semangat ya nonton konser online, rasanya beda banget karena kan kalo konser offline bisa ketemu orang baru, ngerasain panasnya desek-desekan sama penonton lain bahkan kalau outdoor kehujanan juga, kalau online berasanya kaya kuliah daring.” ungkap Haifa.

Tidak hanya itu, meski menyaksikan konser virtual bersama teman-teman Haifa tetap merasakan bosan dan tidak menikmati berlangsungnya konser.

“Pernah sekali lihat dikosan bareng temen cuma ya rasanya tetep aja sama, bosen nggak seru bawaannya ngantuk, menurutku plusnya sih kalau ngantuk apa capek duduk bisa langsung bisa tidur dikasur ya hehe” ujarnya.

Konser Offline Dinanti

Konser offline jelas sangat dinantikan oleh para penikmat musik baik dalam negeri maupun luar negeri karena saat ini pemerintah telah melonggarkan aturan untuk mengadakan event konser dan ekonomi kreatif.  Hal ini menyusul perkembangan kondisi pandemi yang semakin membaik. Dilansir dari liputan6.com (27/3) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan bahwa konser dapat digelar dengan syarat menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi lengkap. Kabar tersebut disambut baik oleh keempat narasumber tersebut, Haifa rela jauh-jauh ke Bandung menyaksikan konser offline demi menebus rasa rindunya selama 2 tahun ini yang tidak bisa untuk datang langsung ke lokasi.

“Beberapa waktu yang lalu sekitar awal Juni aku dadakan banget ke Bandung karena dikasih tiket konser gratis sama temen. Aku rela jauh-jauh ya karena emang udah kangen banget nonton konser offline apalagi kan sekarang pemerintah udah ngebolehin jadi sayang banget kalo sampe aku lewatin penyanyi yang tampil pun juga banyak dan keren-keren kaya BCL, Kunto Aji, Noah jadi ya momen ini bener-bener yang aku tunggu selama 2 tahun ini”, ungkap Haifa.

Tidak hanya sebagai penikmat musik jazz dan pop Haifa juga menyatakan kebahagiaannya saat melihat konser dangdut asal Jogja yang baru saja diadakan di Auditorium UMY.


Gambar; Foto Pribadi

“Tanggal 30 Juni kemarin aku juga baru aja liat Guyon Waton di UMY, kebetulan aku orang jawa dan suka juga sama lagu dangdut jadi asik gitu bisa goyang di tengah kerumunan orang”, pungkas Haifa diiringi gelak tawa.

Sama dengan Haifa, Arul juga tidak ingin melewatkan momen berharga ini. Setelah 2 tahun dia hanya melihat konser secara virtual kali ini dia begitu senang karena sudah dapat menonton konser secara langsung. Arul mengungkapkan kebahagiaannya saat menonton prambanan jazz karena konser tersebut selalu dia nantikan tiap tahun.


Gambar; Foto Pribadi

“Setelah 2 tahun ga dibolehin konser offline, kemarin perdana liat prambanan jazz setelah dilonggarkan aturan sama pemerintah, pastinya seneng banget sih, karena aku kan orang Klaten jadi mumpung deket dan offline aku langsung gas nonton”, tutur Arul.

Meskipun belum sempat menonton konser offline setelah pemerintah melonggarkan aturan mengenai izin penyelenggaraan konser Sari telah membeli tiket di akhir tahun untuk menyaksikan penyanyi idolanya. “Sampai saat ini aku belum nonton konser offline lagi ya, tapi aku udah pesen tiket buat lihat Justin Bieber di akhir tahun”, ungkap Sari.

Sebagai penikmat musik dan penggemar lagu-lagu pop dan jazz tentu Dania tidak ingin melewatkan momen ini. Wanita berlesung pipit tersebut telah melihat beberapa konser offline di sekitar Jogja dan Solo. “Udah ada 4 konser sih sejauh ini yang aku lihat, kaya Tulus, Feby Putri, Vierratale, sama Fiersa Besari”, katanya. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...