![]() |
Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi |
Siapa bilang rilisan
fisik di industri musik sudah tidak menarik? Nyatanya sebagian orang masih
berkeinginan untuk memilikinya.
Kebanyakan orang yang tertarik
dengan dunia musik sudah pasti mengenal album sebagai wujud rilisan fisik.
Album sendiri merupakan bentuk hardfile dari kumpulan lagu yang biasanya berisi
sekitar 8 hingga belasan track. Lagu-lagu yang sudah terkumpul, akan
disatukan kedalam satu album yang kemudian diberi nama. Hadirnya rilisan fisik
berupa album, dirasa sangat memudahkan penikmat musik agar bisa mendengarkan
lagu-lagu dari penyanyi yang disuka.
Sadar atau tidak,
hampir setiap tahun ada saja penyanyi baik solowis atau yang tergabung dengan
band musik bergantian dalam merilis
rilisan fisik. Hal ini menunjukan bahwa eksistensi musik masih menjadi sesuatu
yang menarik dimata masyarakat. Seperti yang dirasakan oleh Fonda “Saya ini salah
satu penikmat musik, terutama musik atau lagu-lagu Korea. Mungkin karena
penyanyinya ganteng dan musiknya cocok ditelinga saya makanya saya jadi suka”
tutur mahasiswa UPNVY itu. Ketika disinggung terkait rilisan fisik atau album
idola, Fonda mengaku pernah sekali membeli album K-Pop dari luar negeri “Pernah
sekali saya membeli album idola saya yaitu NCT. Saya beli album tersebut lewat
shopee. Meskipun mahal tapi saya berusaha ngumpulin uang agar bisa membeli
album idola saya ini” tuturnya. Hal serupa juga dialami oleh Sefira “Setau saya
harga album itu lumayan mahal, kira-kira Rp. 300.000 an lebih lah, pas saya beli album itu saya sampai
nabung dicelengan khusus agar duitnya bisa kekumpul” ucap mahasiswa teknik
pertambangan itu.
Harga album K-Pop yang
terbilang cukup mahal tidaklah menjadi kendala bagi seorang penggemar yang
benar benar mencintai dan ingin memiliki album musik idolanya. Dengan modal
yang dikeluarkan, pembeli rilisan fisik ini akan mendapatkan album yang berisi
kumpulan lagu, photocard, dan juga poster. Hal ini sekaan menjadi magnet dan
daya tarik tersendiri bagi seorang penggemar musik K-Pop. Bahkan, tak jarang
pula ada orang yang gemar mengoleksi album K-Pop. “Saya termasuk penggemar
K-Pop yang sering membeli album idola saya yaitu NCT. Ada beberapa koleksi
album yang saya miliki. Biasanya kalau album baru dirilis, saya akan membelinya.
Untuk album yang lama saya simpan saja, namun ada beberapa yang saya pajang di
kamar” jelas Nada yang sehari hari berkegiatan sebagai mahasiswa kedokteran di
UGM.
Berdasarkan hasil
penelusuran, ternyata minat seseorang terhadap rilisan fisik ini masih
terbilang tinggi, khususnya pada musik luar negeri. Fenomena ini disoroti juga
oleh Fachrul yang merupakan vokalis dari band UMC. “Menurut saya kegemaran
masyarakat Indonesia terhadap musik K-Pop masih terbilang wajar ya. Karena
setiap orang kan punya selera musik yang berbeda, dan selera tersebut tidak
bisa disamaratakan” Ucap Fachrul. “Namun, jika dimintai saran saya ingin berpesan
kepada masyarakat Indonesia terutama generasi muda agar bisa menyukai musik
karya anak bangsa juga, intinya jangan sampai melupakan produk lokal lah,
seperti itu” tambahnya.
Dari sini, dapat ditarik
kesimpulan bahwa, rilisan fisik masih menjadi hal yang menarik bagi sebagian
penikmat musik. Terlebih musik-musik luar negeri seperti musik K-Pop yang
mendapatkan tempat khusus dimata penggemarnya. Bahkan para penggemar musik
K-Pop rela mengeluarkan modal demi membeli rilisan fisik idolanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar