Rabu, 20 Juli 2022

Rilisan Fisik yang Masih Menarik

Oleh: Aldi Faik

Gambar Ilustrasi; Foto Pribadi


Siapa bilang rilisan fisik di industri musik sudah tidak menarik? Nyatanya sebagian orang masih berkeinginan untuk memilikinya. 

 

Kebanyakan orang yang tertarik dengan dunia musik sudah pasti mengenal album sebagai wujud rilisan fisik. Album sendiri merupakan bentuk hardfile dari kumpulan lagu yang biasanya berisi sekitar 8 hingga belasan track. Lagu-lagu yang sudah terkumpul, akan disatukan kedalam satu album yang kemudian diberi nama. Hadirnya rilisan fisik berupa album, dirasa sangat memudahkan penikmat musik agar bisa mendengarkan lagu-lagu dari penyanyi yang disuka.

 

Sadar atau tidak, hampir setiap tahun ada saja penyanyi baik solowis atau yang tergabung dengan band musik bergantian dalam  merilis rilisan fisik. Hal ini menunjukan bahwa eksistensi musik masih menjadi sesuatu yang menarik dimata masyarakat. Seperti yang dirasakan oleh Fonda “Saya ini salah satu penikmat musik, terutama musik atau lagu-lagu Korea. Mungkin karena penyanyinya ganteng dan musiknya cocok ditelinga saya makanya saya jadi suka” tutur mahasiswa UPNVY itu. Ketika disinggung terkait rilisan fisik atau album idola, Fonda mengaku pernah sekali membeli album K-Pop dari luar negeri “Pernah sekali saya membeli album idola saya yaitu NCT. Saya beli album tersebut lewat shopee. Meskipun mahal tapi saya berusaha ngumpulin uang agar bisa membeli album idola saya ini” tuturnya. Hal serupa juga dialami oleh Sefira “Setau saya harga album itu lumayan mahal, kira-kira Rp. 300.000 an lebih lah, pas saya beli album itu saya sampai nabung dicelengan khusus agar duitnya bisa kekumpul” ucap mahasiswa teknik pertambangan itu.

 

Harga album K-Pop yang terbilang cukup mahal tidaklah menjadi kendala bagi seorang penggemar yang benar benar mencintai dan ingin memiliki album musik idolanya. Dengan modal yang dikeluarkan, pembeli rilisan fisik ini akan mendapatkan album yang berisi kumpulan lagu, photocard, dan juga poster. Hal ini sekaan menjadi magnet dan daya tarik tersendiri bagi seorang penggemar musik K-Pop. Bahkan, tak jarang pula ada orang yang gemar mengoleksi album K-Pop. “Saya termasuk penggemar K-Pop yang sering membeli album idola saya yaitu NCT. Ada beberapa koleksi album yang saya miliki. Biasanya kalau album baru dirilis, saya akan membelinya. Untuk album yang lama saya simpan saja, namun ada beberapa yang saya pajang di kamar” jelas Nada yang sehari hari berkegiatan sebagai mahasiswa kedokteran di UGM.

 

Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata minat seseorang terhadap rilisan fisik ini masih terbilang tinggi, khususnya pada musik luar negeri. Fenomena ini disoroti juga oleh Fachrul yang merupakan vokalis dari band UMC. “Menurut saya kegemaran masyarakat Indonesia terhadap musik K-Pop masih terbilang wajar ya. Karena setiap orang kan punya selera musik yang berbeda, dan selera tersebut tidak bisa disamaratakan” Ucap Fachrul. “Namun, jika dimintai saran saya ingin berpesan kepada masyarakat Indonesia terutama generasi muda agar bisa menyukai musik karya anak bangsa juga, intinya jangan sampai melupakan produk lokal lah, seperti itu” tambahnya. 

 

Dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa, rilisan fisik masih menjadi hal yang menarik bagi sebagian penikmat musik. Terlebih musik-musik luar negeri seperti musik K-Pop yang mendapatkan tempat khusus dimata penggemarnya. Bahkan para penggemar musik K-Pop rela mengeluarkan modal demi membeli rilisan fisik idolanya.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daya Tarik Wisata Edukasi di Yogyakarta (Wisata Taman Pintar dan Bus Heritage Track)

 Oleh: Fathia Annisa Pariwisata merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak bisa dilepaskan di masa sekarang. Di Indonesia sendiri pari...